Empat orang yang berbeda dan seorang penonton anonim terikat oleh jalinan tak kasatmata mengenai pertanyaan tentang kehidupan serta cinta. Setiap orang telah begitu yakin dengan jawaban-jawaban parsial mengenai keterpisahannya dengan cinta dan nyaris tak pernah berpikir bahwa ada sesuatu yang perlu mereka pelajari tentang cinta dan kehidupan.
“Tanpa kehadiran orang lain yang bermakna untuk diriku, aku bukanlah siapa-siapa.” (Grey, Fotografer & Travel Writer, Perancis)
“Saya bisa menjelaskan gambaran yang lebih sederhana tentang cinta dengan analogi sepatu: Hanya punya satu sepatu bagus yang dipakai setiap saat bukanlah investasi yang pintar. Gimana kalau satu-satunya sepatu itu rusak? Apa yang akan kita pakai? Punya setidaknya tiga sepatu bagus, baru aman. Lagi pula, apakah ada ‘sepatu segala cuaca’ yang bisa membuat saya setia dan tidak tergoda potongan harga?” (Nero, Produser Realiti Dokudrama 29 ½ Hari, Bandung)
